Gejala Kencing Manis

Setiap penyakit, pasti ada gejalanya. Demikian pula dengan DM, gejala yang sering dirasakan adalah sering kencing, sering lapar, dan sering haus. Tiga gejala ini dikenal dengan 3P, poliuri, polifagi, polidipsi. Sebagai tambahan, pasien juga sering mengalami penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya (misalnya, pasien tidak sedang menjalani diet atau pasien tidak sedang sakit).

Pada DM, kadar gula tinggi di dalam darah. Gula ini tidak bisa digunakan secara optimal oleh sel-sel tubuh. Maka dari itu, tubuh akan selalu memberikan sinyal ’lapar’. Sinyal ini akan direspon oleh pikiran untuk ‘makan’. Oleh karena itu, pasien DM biasanya sering merasa lapar. Mengapa sering kencing? Karena gula bersifat menarik air, sehigga cairan tubuh akan tertarik masuk ke saluran kemih dan dibuang sebagai air kencing. Umumnya keluhan ini dirasakan oleh pasien bisa buang air kecil 3-4 kali dalam semalam. Karena kadar gula darah cenderung meningkat pada malam hari, maka keluhan sering kencing dirasakan pada malam hari. Sedangkan sering haus disebabkan oleh manifestasi keluarnya cairan tubuh yang berlebihan.

Selama beberapa bulan menderita DM, biasanya pasien akan mengalami penurunan berat badan. Ketika proses sekresi hormone insulin dan pancreas kurang mencukupi untuk mengubah gula menjadi tenaga, tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein yang ada. ‘Pengurasan’ simpanan lemak dan protein ditubuh ini menyebabkan berkurangnya berat badan. Meskipun pasien banyak makan, namun tetap saja berat badannya tidak kunjung bertambah, bahkan malah berkurang. Terdapat beberapa gejala tambahan lain, seperti gatal-gatal diseluruh badan, penurunan libido. Lemas, dan pada wanita sering dikeluhkan adanya keputihan.

Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu sebagai Skrining Awal

Apabila seseorang mengalami gejala 3P (polifagi, poliuri, polidipsi) ditambah adanya penurunan berat badan, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah melalui pemeriksaan gula darah puasa dan atau sewaktu. Ada beberapa metode cara pengambilan sampel darah, yakni dengan darah kapiler dan darah pembuluh vena. Darah kapiler biasanya diambil dari ujung jari tangan kemudian diukur dengan test strip. Dari kedua sampel darah ini yang lebih dianjurkan adalah melalui darah vena karena lebih akurat dibandingkan test strip. Namun apabila tidak tersedia laboratorium, boleh saja menggunakan test strip sebagai skrining awal.

Pemeriksaan mungkin tidak cukup satu kali dengan pemeriksaan gula darah sewaktu, terkadang perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan TTGO (tes toleransi glukosa oral). Apabila seseorang memiliki gejala yang khas (3P) ditambah dengan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu di atas normal, maka orang tersebut didiagnosis sebagai penderita DM. Namun apabila ia tidak memiliki gejala 3P namun pemeriksaan gula darah sewaktunya di atas normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan TTGO.

Kadar gula darah normal adalah kurang dari 200 mg/dl dalam keadaan tidak puasa, yang dikenal sebagai kadar gula darah sewaktu. Sedangkan dalam keadaan puasa kadar normalnya adalah kurang dari 126 mg/dl. Mengenai apakah Anda terkena DM atau tidak setelah pemeriksaan tersebut, sebaiknya dikonsulatasikan dengan dokter.

Gula Darah Naik, tapi bukan DM

Ada beberapa keadaan yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah selain penyakit DM. Adanya penyakit yang menimbulkan stress fisik maupun mental dapat menyebabkan kenaikan gula darah. Kondisi ini tidak digolongkan ke dalam DM, namun sebagai hiperglikemia reaktif (gula darah meningkat akibat reaksi terhadap penyakit yang mendasari)

Penyakit seperti stroke dan kanker juga bisa menyebabkan gula darah meningkat. Dalam penanganannya, diperlukan kontrol gula darah senormal mungkin agar proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat.


=====================================

>>> Kapsul Sambiloto Mengobati Kencing Manis / Diabetes, Menormalkan Kadar Gula Darah, Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Mengatasi Bronchitis & Radang Amandel, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kencing Manis and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>