Cara Mencegah Kencing Manis

Banyak di antara kita yang mungkin bertanya, mengapa penyakit diabetes kok disebut “penyakit kencing manis”?

Disebut “kencing manis” karena di dalam air kencing (urine) penderita memang terdapat gula yang rasanya manis. Pada keadaan normal, urine tidak mengandung gula dan tentunya tidak terasa manis.

Pengetahuan tentang penyakit yang memberikan gambaran seperti diabetes mellitus telah diketahui dan dituliskan pada 150 SM yaitu dari papirus Mesir kuno yang berhasil dibaca oleh Sarjana Ebers dari Jerman.

Beratus-ratus tahun kemudian, orang baru membuktikan bahwa urine penderita itu terasa manis. Gejala khas lain adalah gejala sering buang air kecil dengan jumlah yang sangat banyak.

Itulah sebenarnya yang mendasari istilah diabetes mellitus. Diabetes artinya “air yang mengucur terus-menerus dari suatu saluran dan mellitus menyatakan “manis seperti madu”.

Diabetes mellitus yang biasa disebut kencing manis adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Pada dasarnya, hal ini terjadi kaerna tubuh ‘kekurangan” hormon insulin yakni zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. “Kekurangan” di sini bisa berupa jumlah insulin yang memang kurang atau jumlahnya cukup tetapi kerjanya kurang baik.

Saat seseorang didiagnosis terkena kencing manis, mungkin dia akan kaget, timbul rasa takut, tak berdaya dan bingung. Ini karena biasanya dia membayangkan hal-hal yang mengenai orang lain dan sekarang harus mengalami sendiri.

Yang terbayangkan : harus mengatur makan, tidak boleh makan banyak, tidak boleh makanan yang enak-enak apalagi yang manis-manis. Atau, membayangkan harus selalu minum obat bahkan harus suntik insulin.

Selain itu juga membayangkan komplikasi dari penyakit kencing manis : kaki busuk yang harus dipotong atau stroke, tekanan emosi, mental dan spiritual.

Ketika memeriksakan kondisi kesehatan dan kadar kadar gula darah, dokter umumnya menyarankan untuk menghindari sumber makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi untuk menertibkan kadar gula darah. Kemudian dokter akan memberi beberapa resep obat untuk mengendalikan laju gula darah agar tidak terus menanjak.

Selain dengan obat medis, pencegahan kencing manis juga memerlukan suplemen nutrisi untuk menunjang dan tetap menjaga kondisi dan kesehatan tubuh, karena penderita kencing manis membutuhkan nutrisi yang cukup banyak.

Pemberian berbagai jenis vitamin menjadi sangat penting untuk mencegah kencing manis. Obat-obatan yang Anda konsumsi tidak akan berguna jika Anda tidak menjaga pola makan.

Berikut ada beberapa cara untuk mencegah kencing manis, adalah :

1. Menghindari sumber makanan yang mengandung gula tinggi atau pemanis buatan, seperti kue-kue dengan rasa manis yang terlalu tinggi, coklat, teh manis dan makanan yang cenderung memiliki kandugan karbohidrat tinggi.

2. Menjaga pola makan yang baik

3. Banyak konsumsi air mineral atau air putih yang dapat membantu menurunkan dan mengendalikan kadar gula darah

4. Olahraga rutin agar gula darah yang mengendap dalam jaringan pembuluh darah dapat berjalan optimal dan tidak menjadi bagian dari sumbatan yang berdampak pada komplikasi kencing manis.

Dengan mencegah penyakit kencing manis dan disiplin dalam mengatur pola makan akan membantu meminimalisir komplikasi yang dapat terjadi akibat kencing manis seperti kolesterol, penyakit jantung koroner dan penyakit degeneratif lainnya.


=====================================

>>> Obat Kencing Manis Untuk Membantu Mengurangi Gejala Kencing Manis, Membantu Mengobati Penyakit Kencing Manis, Membantu Menurunkan Kencing Manis Tinggi, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kencing Manis and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *